|
Republika, Kamis, 28 Mei 2009 Peneliti Yogya Desak Buku Ilusi Negara Islam Ditarik YOGYAKARTA -- Penerbitan buku bertajuk Ilusi Negara Islam menuai protes dari sejumlah peneliti di kota pelajar, Yogyakarta. Kelompok peneliti yang terdiri atas Zuli Qodir, Abdur Rozaki, Laode Arham, dan Nur Khalik Ridwan, mendesak agar buku yang diterbitkan The Wahid Institute, Maarif Institute, dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika itu ditarik dari peredaran.
Menurut Zuli Qodir, isi buku Ilusi Negara Islam bukan merupakan hasil penelitian mereka. Namun, dalam buku tersebut nama mereka dicantumkan sebagai penelitinya. Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut agar Lib for All pemilik hak cipta buku itu segera menarik peredaran buku tersebut, jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta.
Kalangan peneliti itu menilai isi buku tersebut cenderung mengadu domba umat Islam serta tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti. ''Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, gara-gara terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,'' ungkap Abdur Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, awal pekan ini. Mereka menilai isi buku tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan. ''Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,'' ungkap Zuli.
Bahkan, lanjut dia, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama peneliti yang dicantumkan dalam buku itu sudah mengundurkan diri. Zuli menilai tujuan penerbitan buku Ilusi Negara Islam telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik menjadi politis. ''Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini,'' papar Zuli. Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif The Wahid Institute, Ahmad Suaedy, mengaku telah mengetahui isi buku Ilusi Negara Islam yang diprotes oleh beberapa peneliti di Yogyakarta sebelum diterbitkan. Menurutnya, isi buku tersebut sangat menarik karena mencakup riset hampir di seluruh Indonesia. Bahkan, pihaknya mengatakan siap jika buku tersebut harus ditarik.
"Bagi saya bukan baru, tapi sudah banyak riset seperti ini yang bersifat luas. Karena itu, kami mau menerbitkannya, buku ini sangat menarik," tuturnya. Namun, Suaedy menegaskan, pihaknya tidak mengetahui proses riset yang diprotes para peneliti tersebut. "Kami tidak mengetahui riset dan laporannya.''
Sementara itu, pendiri Maarif Institute, Syafii Maarif, mengaku tidak mengetahui protes yang dilakukan oleh para peneliti itu. "Belum tahu, saya belum lihat lagi kasusnya," tuturnya. (hep/she)
Short Comment:
Pada hal 55-56 tentang Tim Penelitik, Pak M.J. disebutkan menjadi salah satu tim peneliti yang terjun untuk wilayah Solo dengan mewawancari 30 informan. Benarkan pak M.J. terlibat? Kita husnuz zhon beliau hanya dicatut namanya, seperti mas Zuly Qadir dkk di Yogya. Tapi ada baiknya pak M.J mengklarifikasi seperti temen2 Yogya yang merasa dikibulin Gur Dus dan LibforAll. Lalu siapa pemasuk info "fitnah keji" tentang MSI-UMS dan Ma'had Abu Bakar UMS? Apa itu paranoid Gur Dus? Masya Allah, Inna lillahi wa Inna ilaihi Rajiun.. (mda/adm) |