|
Mutiara Hikmah |
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan dunia. QS Qashas: 77 |
|
|
Arsip |
July, 2010
December, 2006
November, 2006
January, 2006
December, 2005
November, 2005
September, 2005
August, 2005
July, 2005
April, 2005
|
|
Berita
|
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2010/2011 |
|
|
|
15 Jul 2010 |
|
PENGUMUMAN HASIL UJIAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2010/2011 Berdasarkan hasil rapat panitia Penerimaan Mahasiswa Baru dan Tim PP Muhammadiyah tanggal 14 Juli 2010 ditetapkan nama-nama calon mahasiswa yang diterima (lulus seleksi) sebagai mahasiswa baru Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebagai berikut: |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Stop Press |
|
|
|
05 Jan 2009 |
Pandangan Islam terhadap Hari Valentine
Pondokshabran.org: Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya. Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Stop Press |
|
|
|
05 Jan 2009 |
|
Para Penulis JIL yang asal catut
Oleh: Thoriq *) Sering kita mendengar sesumbar para pekerja Jaringan Islam Liberal yang tersebar di internet, koran-koran 'Jinayat' JIL Terhadap Fiqih dan Fuqaha atau dalam seminar-seminar yang mereka adakan. Pada intinya mereka selalu mengklaim sebagai kaum paling terpelajar, intelek, modernis, progresif serta menjunjung tinggi pengatahuan dan ilmu. Tapi pada kenyataanya jauh panggang daripada api, sehingga pembaca jangan heran jika mengetahui bahwa ada pekerja-pekerja JIL menulis atau berbicara ngaco, baik dalam forum-forum atau media massa, dan hal itu tidak terjadi satu atau dua kali, tapi berulang kali. Tentu tulisan ini tidak hendak mengorek-ngorek kesalahan para pekerja JIL, akan tetapi sebagai sebuah peringatan bagi kaum muslimin agar tidak langsung menelan mentah-mentah segala informasi yang datang dari mereka. Karena retorika dan gaya penulisan mereka yang terlihat memukau -banyak menggunakan istilah arab maupun kontemporer- maka secara sekilas memang terlihat sangat ilmiyah, akan tetapi jika kita mencermati dengan jeli maka kita bisa saja terkejut atau bahkan malah tersenyum-senyum sendiri ketika di dalamnya kita jumpai ada unsur-unsur kebohongan alias ngaco. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Stop Press |
|
|
|
05 Jan 2009 |
|
Kiprah SEPILIS Sepeninggal Cak Nur
oleh : Zainuddin Rahib Sepeninggal Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang disebut-sebut sebagi pelopor paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme di Indonesia, para pengikut dan pengusung paham SEPILIS (akronim sekulerisme, pluralisme dan liberalisme) bukan makin surut tapi tampaknya makin subur. Sepertinya mereka memanfaatkan situasi meninggalnya Cak Nur sebagai momentum untuk lebih memberdayakan gerakan SEPILIS. Tak tanggung-tanggung mereka menyebut Cak Nur sebagai "Bapak Pluralisme dan Toleransi" serta bertekad akan melanjutkan perjuangannya. Kalau Cak Nur masih malu-malu menyatakan dirinya sebagai penganut paham liberalis-pluralis, para juniornya sudah terang-terangan menyebut dirinya penganut paham SEPILIS, bahkan berani vulgar menghujat pihak yang mereka anggap tidak sejalan dengan paham mereka. (Ingat makian Ulil Abshar Abdalla terhadap fatwa MUI yang mengharamkan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama). Belum lama ini, sebuah kantor berita radio di Jakarta yang biasa menjadi corong Jaringan Islam Liberal (JIL) menyiarkan semacam 'Manifesto JIL', yang intinya mengajak mendiskusikan "pelbagai kemungkinan lain bagi aneka masalah keagamaan yang oleh banyak orang dianggap telah baku, tuntas, karena tidak mungkin, selain tak ada manfaatnya dipersoalkan atau ditinjau ulang. Pada hemat kami, banyak di antara ihwal keagamaan tersebut terbuka untuk direnungkan dan didiskusikan kembali. Kami menganggap banyak di antara doktrin-doktrin keagamaan tersebut yang perlu dilihat secara jernih dan tajam. Digeledah fakta-fakta sejarahnya, dilacak asal-usul dan argumen-argumen pembentukan pembakuannya, dicermati maksud-maksud pokoknya yang dapat berbeda dari bunyi teksnya di permukaan. Ditimbang relevansi dengan situasi kekinian. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
| |
|
|
|
|
|
Yahoo Status |
Admin |
|
IP Komputer Anda |
|
38.107.191.87 |
|
Yang Sedang Online |
|
Saat ini ada 11 pengunjung yang online |
|