Alamat: Saripan Makamhaji Rt 02/XII Kartasura, Surakarta 57161 Telp. (0271) 725047
Shabran Corner
Depan
Tentang Kami
Kurikulum
Berita
Artikel
Opini
Renungan
Galeri
Buku Tamu
Hubungi Kami
Link Website
Kalender Kegiatan
A S S R K J S
2930311 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Agenda Terakhir
Tidak ada
Mutiara Hikmah
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan dunia.
QS Qashas: 77
 
Arsip
July, 2010
December, 2006
November, 2006
January, 2006
December, 2005
November, 2005
September, 2005
August, 2005
July, 2005
April, 2005
Opini
Opini: Muhammadiyah dan Masalah Kebangsaan Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
19 Jul 2010

MENATA ULANG POSISI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN DAN KEMASYARAKATAN DI TENGAH DINAMIKA KEHIDUPAN BANGSA

 

Oleh: Ahmad Syafii Maarif

 

Pendahuluan

            Pada tahun 1930-an, pengamat Islam Indonesia, seorang orientalis Perancis, G.H. Bousquet, merasa heran mengamati sikap pejabat-pejabat Belanda yang masih saja menilai bahwa gerakan-gerakan modernis Muslim kurang berbahaya dibandingkan dengan gerakan nasionalis “yang menempatkan Islam bukan sebagai sesuatu yang utama.”[1] Khusus tentang Muhammadiyah, dia menulis: “Memang betul bahwa Muhammadiyah tidak campur tangan dalam politik, tetapi anggota-anggotanya terlibat.”[2] Muhammadiyah secara rahasia tetapi efektif mengobarkan semangat anti-kolonialisme di sekolah-sekolahnya, akibatnya: “Larangan tentang ajaran jihad atau perang agama terhadap orang kafir hanyalah efektif di permukaan saja.”[3] Dengan kutipan ini, saya ingin membicarakan lebih jauh bahwa kelahiran dan perjalanan Muhammadiyah yang sarat dinamika telah menyatu sejak  dini dengan seluruh tarikan nafas kebangsaan, khususnya setelah Indonesia lahir sebagai bangsa pada 1920-an.



[1] Lih. G.H. Bousquet, A French View of the Netherlands Indies, terj. Philip E. Lilienthal. London: Oxford University Press, 1940, hlm. 19. Georges Hendri Bousquet (1902-1978) pernah jadi guru besar hukum Islam dan sosiologi di Aljazair. Karyanya tentang Islam yang cukup banyak belum sempat dipelajari secara luas di Indonesia.

[2] Ibid. Cetak miring disesuaikan dengan aslinya.

[3] Ibid.

Baca selengkapnya...
 
Milist Alumni Shabran - Kepada teman2 khususnya alumni pondok shabran mulai angkatan awal sampai hari ini, yg berminat utk tetep "get in touch" sesama alumni silahkan kunjungi milist kita di http://groups.yahoo.com/group/alumnishabran
untuk gabung jadi anggota, klik 'join this group' di kanan bawah, lalu ikuti prosedur yg tertulis disitu sampai finish, oke...
untuk info lebih lanjut bisa tanya ke moderator alumnishabran@yahoo.com
(milist ini dimoderatori oleh beberapa teman di Jakarta yg secara official bernanung dibawah JSN)

Reset Password User -

Bagi kawan-kawan yang pernah punya account user di website ini, agar fasilitas kirim artikel, kirim link dan download file dapat diakses, silakan buat account lagi disini. Maaf sebelumnya bila hal ini mengganggu kenyamanan para pengunjung semua.



Informasi
Stop DREAMING,Start ACTION!
Press Release
Jurnal Shabran
Dari Redaksi
Lentera
Tasliah
Bibliografi
Artikel
Refleksi
Kilasan Shabran
Kepemimpinan Pondok
Sudut Tanah Air
Sorotan Dunia
Partner
MPI UMS
Milist Alumni
Chat


Login dulu sebelum chat
Daftar disini!
Yahoo Status
Admin
IP Komputer Anda
38.107.191.87
Yang Sedang Online
Saat ini ada 10 pengunjung yang online


Depan | Buku Tamu | Hubungi Kami


© 2004 pondokshabran.org