|
Mutiara Hikmah |
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan dunia. QS Qashas: 77 |
|
|
Arsip |
July, 2010
December, 2006
November, 2006
January, 2006
December, 2005
November, 2005
September, 2005
August, 2005
July, 2005
April, 2005
|
|
Opini
|
Opini: Muhammadiyah dan Masalah Kebangsaan |
|
|
|
19 Jul 2010 |
|
MENATA ULANG POSISI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN DAN KEMASYARAKATAN DI TENGAH DINAMIKA KEHIDUPAN BANGSA Oleh: Ahmad Syafii Maarif Pendahuluan Pada tahun 1930-an, pengamat Islam Indonesia, seorang orientalis Perancis, G.H. Bousquet, merasa heran mengamati sikap pejabat-pejabat Belanda yang masih saja menilai bahwa gerakan-gerakan modernis Muslim kurang berbahaya dibandingkan dengan gerakan nasionalis “yang menempatkan Islam bukan sebagai sesuatu yang utama.” Khusus tentang Muhammadiyah, dia menulis: “Memang betul bahwa Muhammadiyah tidak campur tangan dalam politik, tetapi anggota-anggotanya terlibat.” Muhammadiyah secara rahasia tetapi efektif mengobarkan semangat anti-kolonialisme di sekolah-sekolahnya, akibatnya: “Larangan tentang ajaran jihad atau perang agama terhadap orang kafir hanyalah efektif di permukaan saja.” Dengan kutipan ini, saya ingin membicarakan lebih jauh bahwa kelahiran dan perjalanan Muhammadiyah yang sarat dinamika telah menyatu sejak dini dengan seluruh tarikan nafas kebangsaan, khususnya setelah Indonesia lahir sebagai bangsa pada 1920-an. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
Yahoo Status |
Admin |
|
IP Komputer Anda |
|
38.107.191.87 |
|
Yang Sedang Online |
|
Saat ini ada 10 pengunjung yang online |
|